Rabu, 07 Oktober 2009

PERPUSTAKAAN HADIR MEMANJAKAN, MEMBERI SOLUSI DAN KENYAMANAN

Pada waktu pertama kali saya bertugas di perpustakaan (September 2003), betapa sedihnya saya menyaksikan banyak hal yang waktu itu menurut saya kurang memberikan kenyamanan kepada pengunjung maupun kepada staf perpustakaan. Dapat saya rinci sebagai berikut :
a) Sistem layanan tertutup yang diberlakukan
b) Pengaturan kursi baca dan meja baca
c) Alur pinjam dan kembali buku, tidak ada rambu-rambu yang jelas.
d) Keamanan koleksi maupun barang milik pengunjung
e) Manajemen koleksi perpustakaan
f) Fasilitas layanan yang sangat terbatas (masih memanfaatkan katalog kartu) walaupun OPAC tersedia dengan perangkat terbatas.
g) Sikap Staf dalam melayani yang jauh dari pencitraan sebagai pustakawan profesional.

Sebuah perubahan menuju keadaan yang lebih baik pasti dan pasti akan terus kami lakukan. Sehingga mulai tahun 2005 ada beberapa perubahan yaitu :
a) Sistem layanan terbuka mulai diberlakukan.
b) Pengaturan kembali kursi baca dan meja baca (setting ruang dan perabot)
c) Adanya rambu-rambu sirkulasi buku ( alur pinjam dan kembali)
d) Pemberlakuan dengan ketat loker tas dan barang milik pengunjung, sehingga keamanan terjamin.
e) Manajemen koleksi dibenahi terus menerus, sehingga ada kejelasan status sebuah koleksi (dipinjam/tidak) dan kejelasan siapa yang meminjam dan kapan kembali. Kemudahan proses temu kembali.
f) Pengadaan beberapa unit komputer untuk akses katalog dan akses internet.
g) Dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia (staf perpustakaan) aktif diikutkan pada diklat dan seminar kepustakawanan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing staf.
Setelah ada perubahan sistem layanan, seting ruang dan perabot, penambahan fasilitas layanan, manajemen koleksi (kesesuaian antara database koleksi dan keadaan riil di lapangan) dan upaya peningkatan kualitas SDM , maka mulailah kami “garap” tentang kualitas koleksi perpustakaan kami. Pertanyaannya adalah “Apakah koleksi perpustakaan kami sudah memenuhi kebutuhan pengguna utama kami?” Nah..ketika fasilitas perlahan dibenahi, kualitas dan kuantitas koleksi terpenuhi, staf perpustakaan yang mumpuni maka Saya punya impian untuk perpustakaan ke depan .

IMPIAN SAYA ADALAH …….
“sebuah perpustakaan yang hadir untuk memanjakan, memberi solusi dan kenyamanan bagi penggunanya”. Perpustakaan ala Mall , dengan pustakawan ala SPG yang paham benar tentang produk yang dimiliki dan fasilitas yang memuaskan sehingga memberikan kenyamanan.
Semua orang tentu sudah pernah berbelanja. Sebagian besar orang menyatakan bahwa berbelanja adalah sebuah kebutuhan sekaligus hiburan. Di sisi yang mungkin agak ekstrim, berbelanja adalah suatu kesenangan walaupun bukan menyangkut kebutuhan. Pada pihak yang lain, bagi pemilik pusat berbelanjaan, semua aspek dikerahkan. Semua dilakukan bagaimana caranya sebuah produk di tempatnya bisa banyak terjual lebih banyak dan berulang. Menghadirkan banyak pengunjung dengan menggunakan event-event tertentu dan beberapa promo. Magnet itu mulai ditebarkan melalui kenyamanan dan kemudahan itu dari tempat parkir, koridor dan pintu masuk. Disambut dengan ornamen advertensi/promo yang eye catching begitu indahnya hingga iklan tersamar, tetapi isi pesannya sudah sampai kepada kita. Otomatis pengunjung masuk dalam tahap ‘induksi’ di bawah sadar hingga bisa menarik kesimpulan tentang segala bentuk yang baik, sempurna, nyaman, semuanya ada di sini. Tahap selanjutnya adalah menghipnotis pengunjung agar betah dan lupa waktu jika sudah berada di sekeliling etalase. Pernahkah anda melihat jam dinding dalam sebuah pusat berbelanjaan? Tidak bukan? Dengan cara ini, maka pengunjung akan tetap berada di deretan atalase hingga tertarik untuk membeli sesuatu. Walaupun bukan sesuatu yang benar-benar dia butuhkan. Jika pengunjung haus atau lapar, tentu sudah disiapkan kantin yang berada di dalam. Dengan berbagai menu yang mencakup banyak selera. Ini membuat rasa lapar anda gagal membujuk anda untuk keluar dari mall.
Analog dengan deskripsi di atas, mimpi saya. Ketika masuk perpustakaan, ada sebuah promo buku terbaru tentu saja sesuai dengan bidang ilmu perpustakaan kita, display koleksi -koleksi baru, dan berbagai promosi yang bisa ditawarkan perpustakaan. Kesan pertama adalah perpustakaan mampu memberikan solusi akan kebutuhan informasi yang “anda butuhkan”
Ketika masuk perpustakaan, ada pustakawan khusus yang menangani informasi teknis, seputar prosedur peminjaman buku, foto copy dan pembelian buku dan majalah. Pustakawan ala SPG yang paham betul tentang produk yang disediakan, dengan memberikan layanan memanjakan pengguna perpustakaan, supaya “membeli” (memanfaatkan koleksi perpustakaan ) dan akan terus-menerus menggunakan “produk” kita. Dan tentu saja pantang untuk mengecewakan “pembeli”. Sebagai contoh ilustrasi percakapan yang muncul adalah sebagai berikut :
Pengguna : Apakah ada artikel/buku tentang penggunaan lahan?
Pustakawan : O, ada kami punya beberapa artikel/buku tentang penggunaan lahan, ada beberapa pengarang yang kami punya, bapak perlu versi cetaknya atau file nya saja? Kami kirim file ke email bapak ?
Pustakawan : Silakan kontak kami jika bapak membutuhkan artikel/buku terkait Geografi.
Pustakawan : Kami akan kirimkan informasi kepada Saudara sesuai dengan topik yang diperlukan.
Intinya adalah Perpustakaan memanjakan penggunanya, dengan keramahan pustakawan, profesional, paham dengan kebutuhan dan keinginan pengguna, memberikan solusi akan kebutuhan pengguna, dan fasilitas yang memberikan kenyamanan sehingga berlama-lama berada di perpustakaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar